MIGAS SUMBANG PBB BARITO UTARA RP38,7 MILIAR

Posted on Oktober 29, 2010

0


Muara Teweh, 27/10 (ANTARA)-Realisasi penerimaan bagi hasil pajak dari pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dari sektor pertambangan.

Sumbangan terbesar dari minyak dan gas hingga September 2010 mencapai Rp38,7 miliar atau 86,85 persen dari target Rp44,6 miliar.

“Penerimaan PBB sektor pertambangan yang disumbang minyak dan gas (migas) ini nilai cukup besar dibanding sektor lainnya,” kata Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Barito Utara Ratnawatie Hamdie di Muara Teweh,Rabu.

Menurut Ratnawatie, penerimaan bagi hasil pajak dana perimbangan dari pemerintah pusat ini yang berasal dari non migas baru Rp562,juta atau 34,30 persen dari rencana Rp1,6 miliar.

Secara keseluruhan, kata dia, PBB dari sektor pertambangan mencapai Rp39,3 miliar atau 84,99 persen dari target Rp46,2 miliar.

“Kita berharap hingga akhir tahun anggaran nanti target itu bisa tercapai,” katanya.

Ratnawatie menjelaskan, realisasi PBB di Kabupaten Barito Utara juga berasal dari sejumlah sektor lainnya yakni perkebunan hingga triwulan III masih belum ada penerimaan dengan target Rp1,1 miliar.

Sementara sektor kehutanan masih rendah baru Rp500 juta atau 9,57 persen dari target Rp5,2 miliar.

“Selama ini kami hanya menerima laporan realisasi pembayaran PBB, sedangkan yang berwenang melakukan penagihan adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Muara Teweh,” jelasnya.

Sedangkan PBB dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTP) mencapai Rp348,7 juta atau 94,50 persen dari rencana Rp369 juta lebih.

Untuk BPHTP ini, katanya, mulai tahun 2011 pengelolaanya langsung diserahkan ke daerah masing-masing dan kini pihaknya sedang menyiapkan peraturan daerahnya.

“Saat ini kami sedang menyusun rancangan peraturan daerah tersebut, sehingga tahun depan sudah diberlakukan,” katanya.

Ditandai: ,
Posted in: Indonesia