PETISI Pengusutan Tuntas Kasus Asian Agri dan Pemberian Grasi untuk Vincent

Posted on Oktober 19, 2010

0


Kepada

Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono

Di Jakarta

Bapak Presiden yang terhormat,

Baru-baru ini dua perkembangan penting terjadi dalam kasus manipulasi pajak Asian Agri Group. Asian Agri adalah perusahaan perkebunan sawit di bawah payung Raja Garuda Mas Group milik Sukanto Tanoto, orang terkaya di Indonesia pada 2006 dan 2008. Menurut taksiran Direktorat Jenderal Pajak, total kerugian negara mencapai Rp 1,3 triliun, yang merupakan salah satu kasus penggelapan pajak terbesar di negeri ini.

Dua perkembangan penting itu adalah pertama, setelah proses penyidikan berlangsung empat tahun lamanya, pada akhir Agustus lalu Kejaksaan Agung akhirnya menyatakan berkas hasil penyidikan tim Pajak lengkap dan siap diajukan ke pengadilan. Tapi, itu baru satu dari total 21 berkas yang bolak-balik dimentahkan Kejaksaan.

Kedua, di saat hampir bersamaan di awal September ini, Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Vincentius Amin Sutanto, whistleblower atau peniup peluit yang membongkar kebobrokan pajak Asian Agri. Ia tetap diganjar hukuman penjara 11 tahun atas dakwaan pencucian uang, yang tidak pernah diperbuatnya.

Menurut para pakar hukum pidana dan pencucian uang, termasuk Prof. Andi Hamzah dan Dr. Yenti Garnasih, dua Ahli yang memberikan keterangan dalam perkara PK tersebut, perbuatan Vincent yang membobol uang Asian Agri senilai US$ 3,1 juta dengan cara memalsukan surat perintah transfer, hanya merupakan tindak pidana awal. Belum ada tindak pidana lanjutan  sehingga belum memenuhi delik money laundering. 

Kejanggalan lainnya, proses hukumnya pun super cepat: hanya setahun dari putusan Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung. Inilah proses hukum tercepat dengan hukuman terlama dalam sejarah pencucian uang di Indonesia, yang diduga kuat untuk membungkam Vincent sebagai whistleblower. Ironisnya, proses pengusutan manipulasi pajak Asian Agri berjalan sangat lambat. Kasus money laundering Asian Agri pun tak terjamah aparat hukum.

Demi penyelamatan masa depan whistleblower yang amat dibutuhkan untuk membongkar semua praktek korupsi dan manipulasi pajak di Indonesia, serta untuk memberantas mafia pajak hingga ke akarnya, kami warga negara Indonesia menuntut hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengusutan tuntas dugaan manipulasi pajak Asian Agri Group oleh aparat hukum, serta segera menyeret semua pelaku yang terlibat ke meja hijau.
  2. Pengusutan dugaan pencucian uang oleh Asian Agri Group yang diduga kuat telah mentransfer uang hasil kejahatan pajaknya ke luar negeri dan selama ini tidak terjamah aparat hukum.
  3. Pemberian grasi atau pengampunan kepada Vincent setelah menjalani hukuman hampir empat tahun lamanya, atas jasa-jasanya membongkar tindak kejahatan pajak Asian Agri, yang secara tidak langsung memacu perusahaan lain untuk membayar kekurangan pembayaran pajaknya ke kas negara.

Demikian petisi ini ditulis, ditandatangani, dan disampaikan oleh Warga Negara Indonesia dengan tuntutan agar Presiden Republik Indonesia segera merespons dan mengambil langkah konkret sesuai isi petisi ini.Terima kasih.

Jakarta, 22 September 2010

Yang bertandatangan di bawah ini:

  1. Erry Riyana Hardjapamekas
  2. Teten Masduki
  3. Goenawan Mohamad
  4. Arief T. Surowidjojo
  5. Nono Anwar Makarim
  6. Rahman Tolleng
  7. Eva Sundari
  8. Rachlan Nashidik
  9. Bambang Harymurti
  10. Toriq Hadad
  11. Malela Mahargasarie
  12. Metta Dharmasaputra
  13. Iskandar Sonhadji
  14. Alexander Lay
  15. Atmakusumah Astraatmadja
  16. Asmar Oemar Saleh
  17. Benny Handoko
  18. Irianto Subiakto
  19. Perhimpunan Pendidikan Demokrasi
  20. Uli Parulian Sihombing
  21. Setri Yasra
  22. Hendrayana
Ditandai: ,
Posted in: Indonesia