DPRD Bireun, Provinsi NAD, Larang Perempuan Jadi Pejabat

Posted on Oktober 7, 2010

0


6 Oktober 2010 – 18:24 WIB
Alaidin Ikrami/ Angga Haksoro
VHRmedia, Banda Aceh – DPRD Kabupaten Bireun, Aceh, mendesak pejabat perempuan di daerah tersebut dicopot dan diganti laki-laki. Menurut mereka, Syariat Islam melarang perempuan menjadi pemimpin.
”Anggota Dewan mendesak saya diganti. Surat peninjauan kembali jabatan saya sudah dikirim ke Bupati,” kata Anisah, Camat Plimbang, Kabupaten Bireun, Selasa (6/10).
Anisah diangkat menjadi Camat Peulimbang pada 21 April 2009, bertepatan dengan Hari Kartini. Terpilihnya Anisah ditentang sejumlah tokoh masyarakat. ”Beberapa tokoh masyarakat mempertanyakan status kepemimpinan saya dan meminta Bupati Bireun mengganti. Namun Bupati membiarkannya begitu saja,” ujar Anisah.
DPRD Bireun saat ini mendesak Anisah diganti pemimpin laki-laki. Anisah menilai posisinya sebagai Camat Peulimbang tidak bertentangan dengan Syariat Islam. ”Sebagai abdi negara, saya siap menerima keputusan ini. Namun, jika aturan melarang perempuan menjabat, ini juga harus berlaku di seluruh Aceh,” kata Anisah.
DPRD Bireun beralasan larangan perempuan menjadi pemimpin mengacu pada Syariat Islam. Anggota Dewan berharap aturan ini berlaku pada semua unsur pimpinan di Kabupaten Bireun.
“Kami tidak bermaksud menyerang Anisah. Diharapkan aturan ini bisa berlaku pada semua unsur pimpinan di Kabupaten Bireun,” kata Ketua DPRD Bireun, Ridwan Muhammad. (E4)
Posted in: Uncategorized