Kemiskinan Jadi Salah Satu Faktor Kematian Bayi

Posted on Oktober 6, 2010

0


Kamis, 26 Agustus 2010. Reporter : Abdul Qohar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 15 bidan desa di sekitar eksplorasi minyak dan gas (Migas) Blok Cepu, Kamis (26/8/2010) mengikuti pelatihan yang digelar Mobil Cepu Limited (MCL). Peserta pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bidan desa tersebut, berasal dari Kecamatan Kalitidu dan Ngasem, serta Kecamatan Dander.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, pelatihan berlangsung di Griya Dharma Kusuma (GDK) Jl Trunojoyo dan bekerjasama dengan Jhon Hopkin University. Program Manager Jhon Hopkin University, Titi Chaerani mengatakan, selain faktor kemiskinan, rendahnya kualitas bidan yang menangani persalinan juga ikut menjadi faktor tingginya angka kematian bayi.

“Rasio bidan di tiap desa juga  masih kurang dibandingkan jumlah penduduk yang ada,” katanya.

Dijelaskan, melalui program ini para bidan akan mendapat pengalaman baru. Di antaranya cara memberikan pendampingan atau penanganan secara cepat untuk meminimalisir kematian. MCL menggandeng Jhon Hopkin University untuk mengelola program ini dalam setahun ke depan. Setidaknya pelatihan ini bisa menutup terbatasnya dokter spesialis persalinan di daerah tersebut.

Diketengahkan data, jika faktor utama penyebab tingginya angka kematian bayi adalah kemiskinan. Contohnya di Kabupaten Bojonegoro tercatat 1.169 penduduk sangat miskin, 4.516 penduduk miskin, dan 6.780 penduduk hampir miskin. “Karena beban ekonomi, mengakibatkan asupan gizi kepada anak dan ibu tidak cukup,” lanjutnya.

Sementara itu perwakilan MCL, Rexy Mawardijaya menegaskan, pelatihan ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat desa yang masih menggunakan jasa dukun bayi untuk membantu proses persalinan. “Padahal ilmu kedokteran sudah menyarankan agar mempercayakan kepada tim medis guna menghindari risiko kematian,” sambungnya.

Di tempat terpisah, Sekkab Bojonegoro Suhadi Mulyono menegaskan, tenaga paramedis terlatih sekarang ini masih minim di Kabupaten Bojonegoro. “Untuk itu kami sangat merespon baik dan cukup senang dengan program yang dilaksnakan MCL ini,” jelas Suhadi.

Menurutnya, dengan keberadaan program ini, semoga saja ibu rumah tangga juga bisa lebih membahagiakan keluarganya dengan sering melakukan konseling dengan bidan terlatih. [dul/but]

Sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/11/Pendidikan_&_Kesehatan/2010-08-26/75436/Kemiskinan_Jadi_Salah_Satu_Faktor_Kematian_Bayi

Posted in: Uncategorized