DBH Minyak Bojonegoro Capai Rp 92,8 miliar

Posted on Oktober 6, 2010

0


Rabu, 16 Juni 2010 | 11:16 wib ET

BOJONEGORO, kabarbisnis.com: Meningkatnya tren produksi minyak di beberapa sumur di Bojonegoro, Jatim, dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini berdampak pada naiknya pendapatan dana bagi hasil (DBH) migas. DBH migas yang diterima Bojonegoro mencapai Rp92,8 miliar.

“Jumlah ini melampaui target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 sebesar Rp78,81 miliar,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo dalam publikasi resmi Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/6/2010).

Herry menjelaskan, jumlah perolehan dana bagi hasil migas ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan dalam rapat koordinasi di Batam, antara Pemerintah Pusat, dari Departemen Keuangan (Depkeu), BP Migas, Dirjen Migas, BI, Surveyor, dan beberapa daerah daerah penghasil, 9 – 12 Juni lalu. “Termasuk kita (Bojonegoro). Laporan ini dilakukan secara rutin,”terangnya.

Dia memperkirakan, perolehan dana bagi hasil migas Bojonegoro 2010 ini mampu mencapai Rp131 miliar. Hal ini, kata dia, berdasarkan dengan meningkatnya produksi minyak di lapangan Sukowati yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina – Petrochina East Java dan lapangan migas Blok Cepu.

”Padahal, berdasarkan prognosa yang dikeluarkan Menteri ESDM, produksi minyak di Bojonegoro 2010 mencapai 20 juta barel. Tapi kenyataan, baru dalam enam bulan berjalan produksi minyak di sini sudah melampaui 20 juta barel,” urai mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini.

Karena itu, dia optimistis, perolehan dana bagi hasil minyak Bojonegoro, masih bisa bertambah bahkan melampaui Rp131 miliar. Padahal di dalam APBD 2010, alokasi perolehan dana migas hanya diplot Rp78,81 miliar. “Maka dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti harus diubah disesuiakan dengan nilai ini,” pungkasnya. kbc2

Sumber: http://www.kabarbisnis.com/energi/2812558-DBH_minyak_Bojonegoro_capai_Rp92_8_miliar.html

Posted in: Uncategorized