Angka Kematian Bayi di Bojonegoro Tinggi

Posted on Oktober 6, 2010

0


BOJONEGORO, Kamis, 26 Agustus 2010 . – Selain masalah kemiskinan, minimnya tenaga medis di Bojonegoro diduga turut memicu tingginya angka kematian bayi.

Seketaris Kabupaten Bojonegoro, Suhadi Mulyono, mengaku jika tenaga paramedis terlatih sekarang ini masih minim. Jumlah tenaga bidan desa sesuai data di kantor Dinkes Bojonegoro menyebutkan masih jauh dari rasio yang ditetapkan Departemen Kesehatan yakni 100 per 100.000.

“Di Bojonegoro dari 40 bidan melayani 100.000 penduduk,” kata Suhadi, Kamis (26/8/2010).

Untuk itu, pihaknya berharap bidan dididik nanti bisa terampil dalam mewujudkan penurunan angka kematian bayi (AKB), dari 14 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 menjadi 11 per 1000 kelahiran hidup di tahun 2013.

Selain itu bisa menurunkan angka kematian ibu (AKI) dari 100 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 94 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013 nanti.

Sementara itu, guna menekan angka kematian bayi maka bidan desa yang bertugas di 15 desa sekitar Blok Cepu diberi pelatihan. Dalam pelatihan di Gedung Griya Dharma Kusuma (GDK), Mobil Cepu Limited (MCL) menggandeng Jhon Hopkin University.

Menurut Rexy Mawardijaya, perwakiland dari MCL dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan jasa bidan desa saat persalinan.
“Karena selama ini masyarakat masih banyak yang meminta bantuan dukun bayi,” katanya.

Sedangkan Titi Chaerani, program manager dari Jhon Hopkin University menuturkan, faktor utama penyebab tingginya angka kematian bayi adalah kemiskinan. Itu relevan dengan data di Bojonegoro yang menyebut 1.169 penduduk sangat miskin, 4.516 penduduk miskin, dan 6.780 penduduk hampir miskin.

“Beban ekonomi mengakibatkan asupan gizi kepada anak dan ibu tidak cukup,” katanya.

(Nanang Fahrudin/Koran SI/crl)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2010/08/26/340/367086/angka-kematian-bayi-di-bojonegoro-tinggi
Posted in: Uncategorized