Perusahaan Jepang Gandeng Sinarmas Investasi US$ 40 Juta di Batubara

Posted on Oktober 4, 2010

0


Jakarta, Irwan Nugroho – detikFinance,  Selasa, 28/09/2010 – Sebuah perusahaan Jepang yaitu Emeritius of JGC Group bertemu Wakil Presiden Boediono untuk melaporkan rencananya berinvestasi di batubara cair (liquified coal fuel) US$ 40 juta dengan menggandeng Sinarmas.

Hal ini disampaikan Chairman Emeritius Y. Shigehisa saat bertemu Wapres di kantornya Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

“Indonesia merupakan produsen batubara terbesar di dunia. Tapi 80% batubaranya memiliki kualitas yang rendah. Karena itu kami ingin membuat batubara ini menjadi berguna yaitu melalui liquid coal, produknya hampir sama dengan minyak sawit,” katanya.

Rencananya, Emeritius akan bekerjasama dengan Sinarmas, dalam usaha patungan tersebut Emeritius memiliki saham 80%, sementara Sinarmas 20%. Rencananya mereka akan membangun pabrik di Karawang dengan kapasitan 10.000 ton per tahun.

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan, teknologi yang dikembangkan oleh Emeritius adalah dengan menciptakan bahan bakar cair dari batubara.

“Bahan bakar yang mereka pakai itu yang low calory, yang 3.000 kalori. Baubara yang rendah kalori itu tidak laku dan harganya murah,” katanya.

Rencana investasi ini kabarnya akan direalisasi pada 2011, saat ini masih dalam tahap uji coba. Yopie mengatakan, bahan bakar baru ini akan mengincar banyak pembangkit listrik PLN yang memakai bahan bakar solar.

“Harganya lebih murah 40% dari solar. Ini bisa dijual untuk pembangkit listrik,” tukas Yopie.
(dnl/qom)

Posted in: Uncategorized