Mobil Cepu kena sanksi

Posted on Agustus 24, 2010

0


Produksi 30.000 bph dicapai 2012

JAKARTA: Mobil Cepu limited, anak perusahaan ExxonMobll, akhlrnya mendapat sanksi dari Departemen ESDM berupa pencabutan side letter yang menjadi payung hukum penglinduran DMO holiday dari 2011 menjadi Agustus 2009.

Alasan pencabutan side letter dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu karena perusahaan tersebut dinilai gagal memenuhi komitmen produksi Blok Cepu sehingga DMO lwliday dikembalikan ke posisi mulai produksi secara komersial per Agustus 2009 dan berlaku selama 60 bulan sejak penetapan.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP’Migas) R Priyono mengatakan Mobil Cepu telah mendapatkan penalti terkait dengan molornya jadwal produksi awal serta tidak terpenuhinya target produksi.

Penalti, katanya, berupa pencabutan side letter Menteri ESDM yang sebelumnya memberikan insentif kepada perusahaan untuk mulai menghitung DMO lwliday pada 2011.

“Produksi mereka molor, DMO holiday dikembalikan ke posisi awal, yaitu ketika mereka mulai produksi secara komersial per Agustus 2009. Sesuai ketentuan, DMO holiday itu akan berlaku selama 60 bulan sejak penetapannya,” katanya kemarin.

Pemberian DMO holiday adalah fasilitas kepada produsen minyak bisa menjual sebanyak 25 % DMO minyaknya ke pasar domestik dengan harga pasar.

Setelah masa itu terlewati, produsen dikenakan aturan DMO dengan kewajiban memasok 25 % minyak ke domestik dengan harga 25 % dari har- ga pasar. Hingga kini, tingkat produksi awal

Blok Cepu baru mencapai 13.000 barel per hari (bph), dengan 12.000 bph di antaranya dibeli Pertamina dan 1.000 bph dipasok ke kilang Tri Wahana Universal.

Tahun depan, Exxon hanya mematok produksi Blok Cepu pada 16.000 bph terkait masalah pembeli yang belum tuntas. ‘

Fasilitas produksi
Berkaitan dengan rencana fasilitas produksi, Mobil Cepu Limited merencanakan fasilitas produksi penuh bisa tuntas pada kuartal ketiga 2012 sehingga bisa start up dengan tingkat produksi pertama yang ditargetkan mencapai sekitar 30.000 bph.

Berdasarkan data outlook produksi Mobil Cepu Limited yang diperoleh Bisnis, perusahaan itu merencanakan pelaksanaan start up produksi dengan fasilitas berkapasitas penuh (165.000 bph) pada kuartal kedua 2012. Kapasitas produksi pada saat itu, diperkirakan baru mencapai sekitar 30.000 bph.

Produksi akan mulai meningkat pada kuartal keempat 2012 dengan kapasitas sekitar 42.000 bph. Data itu menyebutkan produksi dengan kapasitas 165.000 bph baru akan teriadi pada 2013.

Ketika dikonfirmasi Bisnis, President and General Manager Exxon- Mobil Oil Indonesia (EMOI) Terry S. McPhail mengaku belum bisa memberikan informasi detail mengenai proyeksi produksi tersebut. ‘

Hanya saja, dia menjelaskan saat ini Exxon masih bergantung pada proses persetujuan BP Migas untuk memulai proses lelang engineering, procurement, and construction (EPC) yang diharapkan tuntas pada 2010.

Tender EPC tersebut akan diselesaikan dalam lima paket kontrak, yaitu fasilitas produksi, fasilitas pendukung, jaringan pipa, fasilitas terapung, dan juga pekerjaan pengeboran. Exxon sebelumnya mengajukan rencana anggaran di Banyu Urip sebesar US$3,6 miliar yang tengah dieva- luasi BP Migas.

“Kami harapkan proses pekerjaan EPC itu bisa tuntas maksimal dalam 36 bulan setelah tender. Di tahun yang sarna, Exxon akan menyelesaikan akuisisi lahan yang akan digunakan sebagai tempat,” tambah Senior Vice President EMOI Maman Budiman.

Deputi Perencanaan BP Migas Achmad Lutfi mengatakan dari lima paket kontrak tersebut instansinya baru meluluskan paket EPC 1 dengan catatan apabila disetujui Menteri ESDM.
Sumber : Bisnis Indonesia

Posted in: Uncategorized